Citymall Tuban: Simbol Wajah Baru Kota, Peluang Ekonomi, dan Alasan Tambahan untuk Berkunjung ke Tuban

Beberapa waktu terakhir, nama Citimall (Citymall) Tuban sering muncul di berbagai pemberitaan dan percakapan warga. Ada yang melihatnya sebagai “tanda kemajuan” dan magnet baru bagi investasi. Ada juga yang khawatir pusat belanja modern akan menggeser pasar yang selama ini hidup dari toko-toko lokal dan UMKM. Di tengah pro-kontra itu, satu hal cukup jelas: kehadiran Citimall membuat Tuban makin sering dibicarakan, dan ini bisa jadi momentum bagus untuk mengenal Tuban lebih dekat—bukan hanya sebagai kota transit, tetapi sebagai kota tujuan.

Dari ground breaking sampai grand opening: apa yang diberitakan?

Berdasarkan informasi dari kanal resmi pemerintah daerah, pembangunan Citimall Tuban dimulai dengan kegiatan peletakan batu pertama (ground breaking) pada 18 Desember 2024. Lokasinya disebut berada di Jalan Pahlawan, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding. Pemerintah daerah menekankan proyek ini diharapkan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk dampak pada kesempatan kerja dan ekosistem usaha. Tuban Smart City+1

Lalu, memasuki akhir 2025, Pemkab Tuban kembali merilis informasi bahwa CITIMALL Tuban dijadwalkan resmi dibuka pada Kamis, 18 Desember 2025 serta akan menghadirkan beragam merek (brand) nasional maupun internasional. Tuban Smart City
Di sisi lain, beberapa unggahan media sosial juga ramai menyorot momen “grand opening” dan jam operasional. Meski begitu, untuk detail yang paling aman dijadikan rujukan, informasi dari situs resmi pemerintah daerah tetap layak jadi pegangan utama. Instagram+1

Siapa pengembangnya dan seperti apa konsep lokasinya?

Dari berbagai sumber, pengembang yang paling sering disebut adalah NWP Property (PT Nirvana Wastu Pratama/NWP Property). Di laman profil proyeknya, NWP menempatkan Tuban sebagai kawasan satelit dekat Surabaya, dengan proyek berada di area kota yang strategis dan berada di koridor jalan utama.
Sejumlah pemberitaan lokal juga menyebut NWP Property sebagai pihak yang mengembangkan Citimall di Tuban. Radar Tuban

Dalam beberapa liputan, nilai investasi dan skala lahan juga ikut disorot. Ada media yang menyebut angka investasi sekitar Rp250 miliar dan luasan lahan sekitar 23.900 m². Serayu Nusantara – Berimbang-Tegas-Tajam
Angka-angka ini membantu kita memahami mengapa Citimall dipandang sebagai proyek yang “besar” untuk Tuban—dan mengapa dampaknya (positif maupun negatif) jadi topik hangat.

Peluang yang dibawa: kerja, layanan, dan “naik kelas” untuk produk lokal

Narasi yang paling konsisten di berita-berita pro adalah soal serapan tenaga kerja dan efek berganda ekonomi. Ada liputan yang mengutip pernyataan bahwa Citimall diharapkan menyerap tenaga kerja lokal dan mendorong ekonomi daerah. BISNISJATIM

Hal yang menarik, beberapa sumber juga menyebut adanya area khusus UMKM. Misalnya, ada pemberitaan yang menuliskan bahwa area UMKM berada di lantai dua, dengan sekitar 40 tenant UMKM yang telah melalui kurasi dan skema biaya yang disebut “terjangkau”. BISNISJATIM.ID
Kalau implementasinya konsisten dan pembinaannya serius (kurasi produk, kemasan, perizinan, sampai pemasaran), ini bisa jadi jembatan: UMKM tetap hidup, sekaligus belajar bermain di panggung yang lebih “rapi” dan standar.
Bagi warga, Citimall juga sering dilihat sebagai jawaban atas kebutuhan hiburan keluarga di satu tempat—kuliner, belanja, sampai aktivitas akhir pekan—tanpa harus ke kota yang lebih besar.

Kekhawatiran yang muncul: persaingan, pergeseran belanja, dan UMKM yang tertekan

Namun, ada pula liputan yang menonjolkan kekhawatiran bahwa kehadiran pusat belanja modern bisa menjadi ancaman bagi pelaku usaha lokal, terutama jika pasar terbagi, brand besar dominan, dan keterlibatan SDM/penyewa lokal minim. Radar Tuban+1

Intinya bukan menolak modernisasi, melainkan mengingatkan soal “aturan main”: apakah peluang benar-benar jatuh ke warga lokal atau justru lebih banyak dinikmati pihak luar?

Kekhawatiran ini wajar—dan justru bisa jadi pengingat penting agar pengelola, pemerintah, dan komunitas bisnis membuat mekanisme yang adil: porsi produk lokal yang terlihat, event rutin untuk UMKM, pelatihan, kolaborasi dengan komunitas kreatif Tuban, hingga transparansi rekrutmen tenaga kerja.

Kalau hal-hal ini dijalankan, Citimall tidak harus menjadi “lawan” UMKM. Ia bisa menjadi “panggung tambahan”.

Mengapa ini relevan untuk wisata? Karena Tuban bukan cuma soal mall

Yang seru: Citimall bisa jadi alasan tambahan untuk mampir, tetapi Tuban punya modal wisata yang jauh lebih “berlapis”.

Tuban dikenal luas dengan identitas Bumi Wali/Kota Wali, salah satunya karena keberadaan wisata religi Makam Sunan Bonang yang ramai peziarah. Ayo Ning Tuban+1

Lalu ada Gua Akbar, destinasi alam dalam kota yang sering direkomendasikan untuk pengalaman yang berbeda—sejuk, unik, dan cocok untuk kunjungan keluarga. NU Online Jawa Timur
Kalau ingin suasana laut, ada Pantai Boom yang lokasinya dekat pusat kota dan sering disebut sebagai ikon pesisir Tuban.

Nah, bayangkan itinerary yang sederhana tapi puas:

  • Pagi–siang: ziarah (Makam Sunan Bonang) dan kuliner sekitar kota
  • Sore: main ke Gua Akbar atau Pantai Boom untuk sunset
  • Malam: makan, ngopi, atau nonton/berjalan santai di Citimall

Model perjalanan begini cocok untuk “short getaway” dari kota-kota sekitar, sekaligus membuat wisatawan menghabiskan waktu lebih lama di Tuban—yang ujungnya bisa membantu perputaran ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!