Kadang, liburan terbaik itu bukan yang direncanakan ribet atau jauh-jauh ke luar kota. Saya dan beberapa rekan kerja membuktikannya sendiri saat memutuskan liburan singkat ke Pulau Hari, sebuah pulau kecil di sekitar Kendari, Sulawesi Tenggara. Tanpa ekspektasi tinggi, tanpa itinerary ketat—dan justru itu yang membuat perjalanan ini terasa istimewa.
Pulau Hari bukan tipe destinasi yang ramai dibahas di media sosial. Tapi kalau kamu suka pantai yang tenang, laut jernih, dan suasana jauh dari hiruk-pikuk kota, pulau ini layak masuk daftar.
Perjalanan Singkat yang Langsung Bikin Rileks
Kami berangkat dari Kendari menggunakan perahu. Perjalanannya tidak lama, tapi cukup untuk mengubah suasana hati. Angin laut, suara mesin perahu, dan pemandangan laut lepas perlahan menggantikan rutinitas kerja yang biasanya memenuhi kepala.
Begitu Pulau Hari terlihat dari kejauhan, warnanya langsung mencuri perhatian. Lautnya tampak biru terang, garis pantainya jelas, dan pulau ini terlihat seperti belum banyak “disentuh”. Tidak ada bangunan besar, tidak ada keramaian—hanya alam.
Kesan Pertama: Sepi, Bersih, dan Damai
Saat menginjakkan kaki di Pulau Hari, kesan pertama yang kami rasakan adalah tenang. Sepi, tapi bukan kosong. Pantainya bersih, pasirnya putih, dan air lautnya super jernih. Bahkan dari pinggir pantai saja, kami bisa melihat ikan-ikan kecil berenang.
Pulau ini terasa seperti tempat yang memang diciptakan untuk istirahat. Tidak ada suara kendaraan, tidak ada pedagang yang memanggil-manggil, tidak ada jadwal apa pun. Kami benar-benar bebas menentukan mau ngapain.
Main Air Tanpa Batas Waktu
Aktivitas utama kami di Pulau Hari simpel: berenang dan snorkeling. Airnya tenang dan jernih, cocok buat yang cuma mau main air santai atau yang ingin lihat karang dan ikan dari dekat.

Snorkeling di sini tidak butuh peralatan ribet atau perahu tambahan. Karangnya sudah bisa dinikmati dari area dekat pantai. Ikan-ikan kecil berenang bebas, warnanya kontras dengan birunya laut.
Yang bikin beda, kami tidak merasa dikejar waktu. Tidak ada yang bilang “ayo cepetan”. Semua dilakukan santai, sesuai mood.
Piknik Sederhana di Tepi Pantai
Kami makan siang di tepi pantai dengan bekal seadanya. Tidak ada menu fancy, tapi rasanya jauh lebih nikmat dibanding makan di kafe. Duduk di pasir, berlindung di bawah pohon, sambil menikmati laut di depan mata—rasanya sudah cukup.
Di momen ini, obrolan mulai mengalir ke mana-mana. Dari hal receh sampai cerita hidup. Liburan bareng rekan kerja di tempat seperti ini bikin hubungan terasa lebih dekat dan alami.
Spot Foto Alami Tanpa Banyak Gaya
Buat yang suka foto, Pulau Hari sebenarnya punya banyak spot cantik. Pantainya bersih, lautnya jernih, dan langitnya luas. Tapi anehnya, kami tidak terlalu sibuk foto.

Bukan karena tidak menarik, tapi karena suasananya terlalu nyaman untuk sekadar dijadikan latar konten. Beberapa foto diambil, tentu saja, tapi lebih sebagai kenangan, bukan kejar likes.
Senja Favorit Versi Pulau Hari
Menjelang sore, kami duduk menghadap laut menunggu matahari terbenam. Senja di Pulau Hari datang pelan-pelan. Langit berubah warna dengan gradasi yang lembut—jingga, merah muda, lalu biru gelap.
Semua mendadak lebih tenang. Tidak ada suara keras, tidak ada keramaian. Hanya ombak dan langit. Ini salah satu momen terbaik selama di pulau.
Cocok Buat Siapa?
Menurut saya, Pulau Hari cocok untuk:
- Trip santai bareng teman atau rekan kerja
- Liburan singkat tanpa ribet
- Pencinta pantai sepi dan alami
- Kamu yang butuh “kabur sebentar” dari rutinitas
Kalau kamu mencari hiburan malam, kafe, atau fasilitas lengkap, Pulau Hari mungkin bukan pilihan utama. Tapi kalau yang kamu cari adalah ketenangan, pulau ini juaranya.
Pulang dengan Kepala Lebih Ringan
Saat waktunya kembali ke Kendari, ada rasa berat yang aneh. Bukan capek, tapi enggan meninggalkan suasana tenang ini. Pulau Hari tidak memberikan pengalaman yang heboh, tapi justru itu yang membuatnya berkesan.
Liburan ini mengingatkan saya bahwa perjalanan tidak selalu tentang sejauh apa kita pergi, tapi tentang bagaimana sebuah tempat bisa membuat kita merasa lebih manusia.
Pulau Hari mungkin kecil dan sederhana, tapi untuk liburan singkat yang jujur dan menenangkan, ia memberikan lebih dari cukup.
